DN 2
SAMAÑÑAPHALA SUTTA
(Faedah-faedah dari Kehidupan Seorang Petapa)
Bilamana engkau bertanya kepadaku apakah ‘ada buah, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’ – baiklah, bila aku pikir ‘ada buah, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’, aku akan menjawab ada buah, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’. Tetapi aku tidak mengatakan demikian. Dan aku tidak berpendapat begini atau begitu. Aku tidak berpendapat lain. Aku tidak membantahnya. Dan aku tidak mengatakan kedua-duanya.
Bilamana engkau bertanya kepadaku apakah ‘tidak ada buah, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’ – baiklah, bila aku pikir ‘tidak ada buah, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’, aku akan menjawab ‘tidak ada buah, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’. Tetapi aku tidak mengatakan demikian. Dan aku tidak berpendapat begini atau begitu. Aku tidak berpendapat lain. Aku tidak membantahnya. Dan aku tidak mengatakan kedua-duanya.
Bilamana engkau bertanya kepadaku apakah ‘ada dan tidak ada buah, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’ – baiklah, bila aku pikir ‘ada dan tidak ada buah, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’, – aku akan menjawab ‘ada dan tidak ada buah’, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’ Tetapi aku tidak mengatakan demikian. Dan aku tidak berpendapat begini atau begitu. Aku tidak berpendapat lain. Aku tidak membantahnya. Dan aku tidak mengatakan kedua-duanya.
Bilamana engkau bertanya kepadaku apakah ‘bukan ada maupun bukan tidak ada buah, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’ baiklah, bila aku pikir ‘bukan ada maupun bukan tidak ada buah, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’, aku akan menjawab ‘bukan ada maupun bukan tidak ada buah, akibat dari perbuatan-perbuatan baik atau buruk’. Tetapi aku tidak mengatakan demikian. Dan aku tidak berpendapat begini atau begitu. Aku tidak berpendapat lain. Aku tidak membantahnya. Dan aku tidak mengatakan kedua-duanya.
Bilamana engkau bertanya kepadaku apakah ‘setelah meninggal Tathagata tetap ada’. Tetapi aku tidak mengatakan demikian. Dan aku tidak berpendapat begini atau begitu. Aku tidak berpendapat lain. Aku tidak membantahnya. Dan aku tidak mengatakan kedua-duanya.
Bilamana engkau bertanya kepadaku apakah ‘setelah meninggal Tathagata tidak ada’, baiklah, bila aku pikir ‘setelah meninggal Tathagata tidak ada’, aku akan menjawab ‘setelah meninggal Tathagata tidak ada’. Tetapi aku tidak mengatakan demikian. Dan aku tidak berpendapat begini atau begitu. Aku tidak berpendapat lain. Aku tidak membantahnya. Dan aku tidak mengatakan kedua-duanya.
Bilamana engkau bertanya kepadaku apakah ‘setelah meninggal Tathagata ada dan tidak ada’ -baiklah, bila aku pikir ‘setelah meninggal Tathagata ada dan tidak ada’, aku akan menjawab ‘setelah meninggal Tathagata ada dan tidak ada’. Tetapi aku tidak mengatakan demikian. Dan aku tidak berpendapat begini atau begitu. Aku tidak berpendapat lain. Aku tidak membantahnya. Dan aku tidak mengatakan kedua-duanya.
Bilamana engkau bertanya kepadaku apakah ‘setelah meninggal Tathagata bukan ada maupun bukan tidak ada’ – baiklah, bila aku pikir ‘setelah meninggal Tathagata bukan ada maupun bukan tidak ada’, aku akan menjawab ‘setelah meninggal Tathagata bukan ada maupun tidak ada’. Tetapi aku tidak mengatakan demikian. Dan aku tidak berpendapat begini dan begitu. Aku tidak berpendapat lain. Aku tidak membantahnya. Dan aku tidak mengatakan kedua-duanya.
“Aku dapat, O, Baginda. Akan tetapi sebelumnya aku akan bertanya kepadamu. Jawablah dengan apa yang kau anggap paling sesuai.”
“Bila demikian, O Baginda, inilah yang Ku-katakan sebagai faedah nyata yang pertama dari kehidupan seorang petapa dalam masa sekarang ini.”
“Dan bagaimana pendapatmu, O Baginda. Apakah ada atau tidak faedah-faedah nyata dari kehidupan seorang petapa dalam masa sekarang ini ?”"Sesungguhnya, Bhante, ada faedah-faedah nyata dari kehidupan seorang petapa dalam masa sekarang ini.”
“Bila demikian, O Baginda, inilah yang kukatakan sebagai faedah nyata yang kedua dari kehidupan seorang petapa dalam masa sekarang ini.”
Pikiran tanpa-nafsu sebagai pikiran tanpa nafsu.
Pikiran yang disertai kebencian sebagai pikiran yang disertai kebencian.
Pikiran tanpa-kebencian sebagai pikiran tanpa kebencian.
Pikiran yang disertai ketidak tahuan sebagai pikiran yang disertai ketidaktahuan.
Pikiran tanpa-ketidaktahuan sebagai pikiran tanpa ketidaktahuan.
Pikiran yang teguh sebagai pikiran yang teguh.
Pikiran yang ragu-ragu sebagai pikiran yang raga-ragu.
Pikiran yang berkembang sebagai pikiran yang berkembang.
Pikiran yang tidak berkembang sebagai pikiran yang tidak berkembang.
Pikiran yang rendah sebagai pikiran yang rendah.
Pikiran yang luhur sebagai pikiran yang luhur.
Pikiran yang terpusat sebagai pikiran yang terpusat.
Pikiran yang berhamburan (kacau) sebagai pikiran yang berhamburan (kacau).
Pikiran yang bebas sebagai pikiran yang bebas.
Pikiran yang tidak bebas sebagai pikiran yang tidak bebas.’
Pikiran tanpa-nafsu sebagai pikiran tanpa-nafsu.
Pikiran yang disertai kebencian sebagai pikiran yang disertai kebencian.
Pikiran tanpa-kebencian sebagai pikiran tanpa kebencian.
Pikiran yang disertai ketidaktahuan sebagai pikiran yang disertai ketidaktahuan.
Pikiran tanpa-ketidaktahuan sebagai pikiran tanpa-ketidaktahuan.
Pikiran yang teguh sebagai pikiran yang teguh.
Pikiran yang ragu-ragu sebagai pikiran yang ragu-ragu.
Pikiran yang berkembang sebagai pikiran yang berkembang.
Pikiran yang tidak berkembang sebagai pikiran yang tidak berkembang.
Pikiran yang rendah sebagai pikiran yang rendah.
Pikiran yang luhur sebagai pikiran yang luhur.
Pikiran yang terpusat sebagai pikiran yang terpusat.
Pikiran yang berhamburan (kacau) sebagai pikiran yang berhamburan (kacau).
Pikiran yang bebas sebagai pikiran yang bebas.
Pikiran yang tidak-bebas sebagai pikiran yang tidak-bebas.
‘Inilah, OBaginda, faedah nyata dari kehidupan seorang petapa dalam masa sekarang ini, yang lebih indah dan lebih tinggi dari pada yang terdahulu.’


