Sign up for PayPal and start accepting 
credit card payments instantly.
Selamat Datang di Tipitaka Pali

Google
 

Karaniya Metta Sutta

Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan. Untuk mencapai Keadaan Ketenangan Ia harus mampu jujur, sungguh jujur Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong

Karaniya Metta Sutta

Merasa puas, mudah disokong, Tiada sibuk, sederhana hidupnya, Tenang inderanya, berhati-hati, Tahu malu, tak melekat pada keluarga

Karaniya Metta Sutta

Tak berbuat kesalahan walaupun kecil yang dapat dicela oleh para Bijaksana Hendaklah ia berpikir: Semoga semua makhluk berbahagia dan tentram, Semoga semua makhluk berbahagia

Karaniya Metta Sutta

Makhluk hidup apapun juga, Yang lemah atau kuat, tanpa kecuali, Yang panjang atau besar, Yang sedang, pendek, kecil atau gemuk

Karaniya Metta Sutta

Jangan menipu orang lain, Atau menghina siapa saja, Jangan karena marah dan benci, Mengharap orang lain celaka

Showing posts with label Vinaya Pitaka. Show all posts
Showing posts with label Vinaya Pitaka. Show all posts

Thursday, October 20, 2011

Vinaya Pitaka

Aturan-aturan disiplin yang disusun dalam dua himpunan berdiri sendiri, yang kemudian mendapat penambahan.

I. Suttavibhanga.
Penggolongan pelanggaran dalam delapan kelompok dimulai dengan empat aturan parajika mengenai pelanggaran-pelanggaran yang dapat menyebabkan seorang bhikkhu dikeluarkan dari Sangha. Pelanggaran-pelanggaran ini meliputi pelanggaran seks, pencurian, pembunuhan dan pembujukan untuk membunuh diri, kesombongan palsu akan kemampuan gaib diri sendiri.
Aturan-aturan ini berjumlah 227. Seluruhnya sama dengan peraturan-peraturan Patimokkha yang diucapkan pada pertemuan Uposatha dari Sangha. Bagian ini dilanjutkan dengan Bhikkhuni-suttavibhanga, suatu rangkaian aturan untuk para bhikkhuni.

II Khandhaka-khandhaka, yang disusun dalam dua seri.
1. Mahavagga
  1. Khandhaka-khandhaka, yang disusun dalam dua seri.
  2. Aturan-aturan untuk memasuki Sangha.
  3. Pertemuan Uposatha dan pengucapan Patimokkha.
  4. Tempat tinggal selama musim hujan (vassa).
  5. Upacara penutupan musim hujan (Pavarana).
  6. Aturan untuk menggunakan pakaian dan perabot hidup.
  7. Upacara Kathina, pembagian jubah tahunan.
  8. Bahan jubah, aturan tidur dan aturan bagi bhikkhu yang sedang sakit.
  9. Cara menjalankan keputusan oleh Sangha.
  10. Cara menyelesaikan perselisihan dalam Sangha.
2. Cullavagga
  1. Aturan-aturan untuk menangani pelanggaran-pelanggaran yang dihadapkan kepada Sangha.
  2. Penerimaan kembali seorang bhikkhu.
  3. Aturan-aturan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul.
  4. Berbagai aturan untuk mandi, berpakaian, dan lain-lain.
  5. Tempat tinggal, perabot, penginapan-penginapan.
  6. Perpecahan.
  7. Perlakuan pada berbagai golongan bhikkhu dan kewajiban para guru dan samanera.
  8. Pengucilan dari Patimokkha.
  9. Pentahbisan dan petunjuk bagi para bhikkhuni.
  10. Sejarah Sidang Agung pertama di Rajagaha.
  11. Sejarah Sidang Agung kedua di Vesali.
lll Parivara.
Ringkasan dan penggolongan aturan-aturan. Aturan-aturan dalam Suttavibhanga dan Khandhaka-khandhaka disertai cerita mengenai terjadinya aturan ini. Beberapa di antaranya benar-benar formal, yang semata-mata menunjukkan bahwa bhikkhu atau sekelompok bhikkhu telah melakukan pelanggaran atau mengikuti kebiasaan tertentu yang karenanya Sang Buddha menetapkan suatu keputusan. Akan tetapi, cerita-cerita nyata dimasukkan teristimewa dalam Mahavagga dan Cullavagga, serta khotbah-khotbah dari Nikaya-nikaya.
Aturan-aturan penerimaan dalam Sangha didahului oleh cerita mengenai kejadian setelah mencapai penerangan, awal pembabaran Dhamma dan penerimaan siswa-siswa pertama. Cerita mengenai Rahula diberikan sehubungan dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk penerimaan, dan aturan-aturan mengenai perpecahan adalah cerita tentang komplotan Devadatta.